Saturday, April 12, 2008

Teman Sejati..

Rasulullah saw pernah ditanya oleh salah seorang
sahabatnya perihal siapakah teman duduk yang paling
baik. Rasulullah menjawab, "Orang itu adalah yang bila
kamu lihat, dapat mengingatkanmu kepada Allah,
menambahkan ilmumu dalam pembicaraannya, dan
mengingatkanmu kepada akhirat dari amal-amalnya."
Orang-orang yang memiliki sifat seperti diatas-lah
yang paling pantas untuk dijadikan teman duduk.


teruskan membaca .....

Singgahlah Di Taman Surga
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani,
Rasulullah bersabda, "Apabila melewati taman surga,
hendaklah engkau duduk di situ. Istirahatlah kamu di
situ." Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apa
taman surga itu?" Nabi menjawab, "Majelis-majelis
ilmu." Dalam hadits lain diceritakan, Rasulullah
pernah masuk ke sebuah majelis. Di majelis itu, tampak
ada dua kelompok; dimana yang pertama sedang berzikir,
sementara yang kedua sedang mempelajari ilmu.
Rasulullah bersabda, "Kelompok pertama adalah kelompok
yang baik. Mudah-mudahan Allah mengampuni mereka.
Sedangkan kelompok kedua yang sedang mempelajari ilmu,
mudah-mudahan Allah membimbing mereka ke jalan yang
lurus." Kemudian beliau memilih duduk bersama kelompok
majelis ilmu.


Rasulullah saw pernah ditanya oleh salah seorang
sahabatnya perihal siapakah teman duduk yang paling
baik. Rasulullah menjawab, "Orang itu adalah yang bila
kamu lihat, dapat mengingatkanmu kepada Allah,
menambahkan ilmumu dalam pembicaraannya, dan
mengingatkanmu kepada akhirat dari amal-amalnya."
Orang-orang yang memiliki sifat seperti diatas-lah
yang paling pantas untuk dijadikan teman duduk.
Majelis ilmu, yang didalamnya terdapat orang-orang
berilmu dan para pencari ilmu, bukankah Allah
memuliakan dan meninggikan derajat mereka karena
keberimanan mereka dan ilmu yang mereka miliki? " ...
Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka
berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang
yang beriman di antaramu dan orang-orang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah maha
mengetahui apa yang kamu kerjakan". (QS. Al
Mujaadilah:11).


Jelas, dalam kehidupan ini sangat terlihat perbedaan
antara orang-orang berilmu dengan mereka yang tidak
berilmu. Perbedaan itu bisa mencakup soal perolehan
kualitas dan kemapanan hidup, kemampuan untuk
memenangkan persaingan hidup, dan bahkan terbukanya
kesempatan yang lebih besar untuk lebih mengenal dan
mendekatkan diri dengan Allah Sang Pemilik Ilmu.
Inilah hakikat dari sebuah ungkapan yang berbunyi,
"Barangsiapa yang ingin mendapatkan kebahagiaan di
dunia, maka raihlah dengan ilmu. Barangsiapa yang
menghendaki kebahagiaan di akhirat, dengan ilmu. Dan
barangsiapa yang ingin mendapatkan keduanya, juga
dengan ilmu".


Dengan ilmu, Nabi Allah Yusuf alaihi salam membebaskan
dirinya dari kurungan penjara dan kemudian ilmu
jugalah yang menempatkan Yusuf pada kedudukan yang
terhormat dan menjadi seorang raja yang bijak. Dengan
ilmu, Muhammad muda mendapatkan gelar al amiin, dimana
secara bijak Muhammad mempersatukan empat pemimpin
kabilah yang berseteru dalam peristiwa pemindahan batu
hajar aswad. Berkat ilmu yang dimiliki Salman al
Farisi dengan ide dan strategi pembuatan parit,
Rasulullah bersama pasukannya memenangkan perang
Khandaq. Dan masih banyak contoh yang pernah hadir di
muka bumi ini tentang keutamaan dan keunggulan
orang-orang yang berilmu. Bahkan bisa jadi, dengan
mengesampingkan cerita-cerita macam si pandir, seperti
menjadi suatu yang aksiomatis (kebenaran yang tidak
terbantahkan) bahwa sampai kapanpun orang-orang
berilmu akan selalu unggul daripada yang tidak
berilmu.

No comments: