Sunday, November 30, 2008

DI SEPANJANG JALAN DAKWAH KITA MEMERLUKAN BEKAL - kesinambungan


Bekalan Di jalan Dakwah

Perkara pertama sebagai bekal di jalan dakwah adalah merasa – rasa kehadiran Allah. Dalam setiap langkah kita Allah sentiasa bersama-sama samada tika kita aktif mahupun pasif malah setiap detik. Barangsiapa yang merasai kebersamaan bersama Allah maka dia tidak akan merasa kekurangan sesuatu dan barangsiapa yang dibiarkan Allah keseorangan sudah tentulah ia akan terus sesat dan seterusnya akan hilang dipertengahan jalan dakwah. Firman Allah;

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ ۚ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُونَ(127)

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوا وَّالَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ(128)

[127] Dan bersabarlah (wahai Muhammad terhadap perbuatan dan telatah golongan yang ingkar itu); dan tiadalah berhasil kesabaranmu melainkan dengan (memohon pertolongan) Allah; dan janganlah engkau berdukacita terhadap kedegilan mereka, dan janganlah engkau bersempit dada disebabkan tipu daya yang mereka lakukan.
[128] Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa, dan orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya.

(Surah Al-Anfal)

Firman Allah lagi,

أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ(36)

…sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa (36)

(Surah At-Taubah)

وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ(19)

…sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.(19)

(Surah Al-Anfal)

Di jalan dakwah ini Nur Ilahi sangat diperlukan bagi menerangi jalan kita supaya kita sentiasa di atas basirah dan berpandangan jauh, jelas dan terang tanpapenyelewengan. Nur hanya diberikan Allah bagi mereka yang dibekali iman dan taqwa sebagaimana firman-NYA;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِن رَّحْمَتِهِ وَيَجْعَل لَّكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيم ٌ28

[28] Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dan tetaplah beriman kepada RasulNya (Muhammad), supaya Allah memberi kepada kamu dua bahagian dari rahmatNya, dan menjadikan bagi kamu cahaya untuk kamu berjalan dengannya (pada hari kiamat kelak), serta diampunkannya dosa kamu; dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

(Surah Al-Hadid)

Sentiasalah kita di atas jalan dakwah agar kita mampu membanteras kebathilan dan mengubah segala keketidak betulan supaya dapat menegakkan yang hak. Untuk itu wajiblah kita merasa mulia, kuat dan tinggi serta menjauhkan yang sebaliknya supaya kita sentiasa bersemangat dan tegar, semuanya ini tidak akan dapat digarap tanpa bekalan iman dan taqwa. Firman Allah selanjutnya;

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ(139)

[139] Dan janganlah kamu merasa lemah (dalam perjuangan mempertahan dan menegakkan Islam), dan janganlah kamu berdukacita (terhadap apa yang akan menimpa kamu), padahal kamulah orang-orang yang tertinggi (mengatasi musuh dengan mencapai kemenangan) jika kamu orang-orang yang (sungguh-sungguh) beriman.

(Surah Ali-Imran)

وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَـٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ(8)…

(8) Padahal bagi Allah jualah kemuliaan dan kekuatan itu dan bagi RasulNya serta bagi orang-orang yang beriman; akan tetapi golongan yang munafik itu tidak mengetahui (hakikat yang sebenarnya).

(Surah Al-Munafiqun)





Bersambung....

No comments: