Wednesday, November 11, 2009

Sifat-Sifat Orang Beriman


Di dalam al Quran, banyak Allah ceritakan tentang
tanda-tanda dan sifat-sifat orang (lelaki dan wanita)
yang memiliki iman yang sempurna atau disebut Iman
A’yan antaranya :

1) Akan redha apabila menerima nasib buruk dan malang.
Kerana kita yakin Allah yang mentaqdirkannya dan Allah
cukup adil dan segala taqdirnya itu akan membawa
kebaikan dan bukan untuk menganiaya kita. Lagi pun
nasib buruk itu bukannya selalu menimpa kita,
sedangkan nikmat Allah yang lain terlalu banyak dan
tidak terhitung.

2) Bila datang ujian, kita akan sabar. Allah datangkan
ujian itu dengan dua sebab:

a) Untuk menghapuskan dosa.
b) Untuk meninggikan darjat kita di akhirat

3) Bila datang nikmat Allah sama ada lahir atau batin,
kita akan bersyukur. Kita rasakan semua nikmat yang
ada pada kita itu adalah pemberian Allah s.w.t.

4) Setiap kali setelah selesai berusaha, berikhtiar
dan beribadah kepada Allah, kita akan menyerahkan
urusan kita kepada Allah untuk menentukannya. Kita
akan pasrah terhadap ketentuannya. Jika ada baiknya
untuk kita dan diizinkan oleh Allah, maka jadilah
pekerjaan itu, jika Allah tidak menghendaki jadinya
perkara tersebut, kita akan terima dengan senang hati.

5) Setiap kali terbuat dosa, hati kita akan terasa
takut dan cemas dengan ancaman dan azab Allah. Dengan
itu kita akan cepat-cepat bertaubat kepada Allah.

6) Kita akan sentiasa beradab dan malu dengan Allah.
Kita akan melaksanakan ibadah dan perintah Allah
dengan sebaik mungkin, cemas kalau-kalau tersilap
dengan Allah.

7) Kita juga akan merenung dan menyesal diri, adakah
kita ini berada di dalam keredhaannya atau
kemurkaannya.

8) Kita akan rasa lemah berhadapan dengan Allah yang
mempunyai kerajaan langit dan bumi. Kepada siapakah
lagi kita akan mengharapkan bantuan dan pertolongan.

Kita akan merasa lemah, tidak mampu menunaikan
hajat sendiri tanpa bantuan Allah. Nyawa dan tenaga
yang ada pada kita pun Allah punya. Kalau Allah
matikan kita di dalam kita derhaka kepada Allah,
lagilah teruk nasib kita. Kerana itu, kalaulah tidak
ada usaha untuk kita memperbaiki diri kita ,
takut-takut di dalam sesaat dua ini Allah ambil nyawa
kita, mati kita di dalam keadaan derhaka kepada Allah.

Tetapi bagi mereka yang berusaha memperbaiki
dirinya, hati mereka akan sentiasa tenang dan bahagia.
Bukan kerana kaya atau berada, tetapi kerana puas
kepada apa yang ada. Bersabda Rasulullah s.a.w:

“Kamu tidak akan merasai kemanisan iman
sehingga kamu menyintai Allah dan Rasul lebih dari
segalanya, Tidak menyintai seseorang melainkan kerana
Allah. Dan benci kembali kepada kekufuran seperti
benci dibaling ke neraka.”






Sumber : ASIF

No comments: