Thursday, July 1, 2010

Hadiah Di Hari Ibu...



‘Usamah bin Zaid r.a menceritakan, Muhammad Rasulullah s.a.w berdoa ketika memangku Hasan dan Husein: ” Kedua anak ini adalah anakku dan cucu dari anak perempuanku. Oleh karena itu, Ya Allah, sungguh aku sungguh mencintai keduanya. Maka cintailah mereka, dan cintailah pula orang-orang yang mencintainya” (HR. Tirmidzi. ia menyatakan bahwa hadits ini Hasan Ghorib)

Alhamdulillah... setelah penantian selama sembilan bulan, genap 39 minggu kehamilan saya, maka telah lahirlah seorang puteri, mujahidah, insyaAllah bakal hafizah yang pertama saya. Nama di beri Raihanah Binti Nizar, dengan berat semasa lahirnya 2.95 kg. Raihanah dilahirkan pada 9 Mei 2010 pada jam 5.30 pagi di Hospital Kota Bharu.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, betapa gembira dan bersyukurnya dengan kelahiran seorang cahaya mata yang mana telah melengkapkan definisi sebuah keluarga asas saya. Alhamdulillah ya Rabb.. Engkau telah mempermudahkan jalan bagiku. Dengan izinMu, Raihanah telah dilahirkan dengan begitu mudah tiada komplikasi seperti sebelum kelahirannya. Alhamdulillah ya Rahim, Engkau telah mengurniakan ku seorang suami yang terbaik yang menemaniku sepanjang perjalananku sebagai seorang isteri dan kini seorang ibu, Engkau kurniakan aku seorang ibu yang sentiasa memberikan semangat dan nasihat buat ku.. Engkau mengurniakan ku seorang ayah yang sentiasa rela berpayahan..

Lahirnya seorang anak maka lahir jugalah seorang ibu.. Pada hari itu, saya telah mendapat satu hadiaah istimewa daripada Allahu Rabbi. Hadiah hari ibu.. Seorang cahaya mata dan gelaran seorang ibu... Ya Allah Engkau peliharalah anakku dan Engkau jagailah anakku...


Ya Ghaffar, ya Rahim
Kau letakkan di rahim kami anak-anak negeri ini
Kau amanatkan diri-diri mereka pada lindungan kasih-sayang kami
kau percayakan jiwa-jiwa mereka pada bimbingan ruhani kami
Kau hangatkan tubuh-tubuh mereka dengan dekapan cinta kami
Kau besarkan badan-badan mereka dengan aliran air susu kami

Tuhan kami, kami telah sia-siakan kepercayaan-Mu
kesibukan telah menyebabkan kami melupakan amanat-Mu
hawa nafsu telah menyeret kami untuk menelantarkan buah hati kami
tidak sempat kami gerakkan bibir-bibir mereka untuk berzikir kepada-Mu
tidak sempat kami tuntun mereka untuk membesarkan asma-Mu
tidak sempat kami tanamkan dalam hati mereka kecintaan kepada Nabi-Mu

Kami berlomba mengejar status dan kebanggaan
meninggalkan anak-anak kami dalam kekosongan dan kesepian

Kami memoles wajah-wajah kami dengan kepalsuan
membiarkan anak-anak kami meronta dalam kebisuan

Kami terlena memburu kesenangan
sehingga tak kami dengar lagi mereka menangis manja
sambil memandang kami dengan pandangan cinta
seperti dulu, ketika mereka mengeringkan air mata mereka
dalam kehangatan dada-dada kami

Dosa-dosa kami telah membuat anak-anak kami
menjadi pemberang, pembangkang, dan penentang-Mu

Dosa-dosa kami telah membuat hati mereka
keras, kasar, kejam, dan tidak tahu berterima kasih

Sebelum Engkau ampuni mereka, Ya Allah
ampunilah lebih dahulu dosa-dosa kami

Ya Allah, berilah kami peluang untuk mendekap tubuh mereka
dengan dekapan kasih sayang kami
berilah kami waktu untuk melantunkan pada telinga mereka
ayat-ayat Alquran dan Sunnah Nabi-Mu

Berilah kami kesempatan untuk sering menghadap-Mu
dan memohon kepada-Mu seusai salat kami
untuk keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan anak-anak kami

Bangunkan kami di tengah malam untuk merintih kepada-Mu
mengadukan derita dan petaka yang menimpa anak-anak negeri ini.
Izinkan kami membasahi tempat sujud kami
dengan air mata penyesalan akan kelalaian kami

No comments: